

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57)
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 62:8)
Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (QS. 33:16)
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk kubur (QS.102:1-2)
Pagi hari 27 Mei 2006 pukul 06.00 tiba-tiba HP isteriku berdering......saat itu hari Sabtu, dan seperti hari-hari libur lainnya, setelah shalat subuh kami kembali tidur. Ternyata telepon dari papa....singkat saja teleponnya "dik wulan, jogja kena gempa, rumah atas roboh, tapi kami semua selamat"kemudian tut...tut..tut...telpon mati. Masih dalam keadaan tidak sadar kami saling berpandangan, kemudian menuju layar kaca, Metro tv tujuanku....dan benar, jogja diguncang gempa 5,9 skala richter, komunikasi terputus, dengan panik saya coba hubungi rumah gedongkuning......gagal dan gagal lagi, kemudian saya hubungi mas yoyok, mas didik, gagal, kemudian rumah janti tempat bapak mertua saya...gagal juga....saya mulai panik dan menghubungi om drajat untuk membantu menelepon papa mama....saat itu kami tidak tahu kondisi keluarga kami di jogja. Temen2 yang dari jogja semua kami hubungi, hampir semuanya rumahnya roboh....saya makin panik, tangis kami pecah.....Ya Allah, cobaan apa yang sedang kami hadapi?Saya kemudian ke rumah tetangga (pak wid) pinjem telpon rumah, mas yoyok berhasil saya hubungi, mereka sekeluarga selamat alhamdulillah.......tapi ms yoyok juga tidak tahu kondisi papa mama...selama sehari dari pagi sampai malam saya mencoba menghubungi keluarga di gedongkuning....saya hanya bisa berdoa semoga Allah menyelamatkan keluarga saya. Kami kemudian bisa terhubung dengan janti sktr jam 9an, kemudian minta tlg melihat kondisi papa mama di Gk.....sorenya kami kembali terhubung dengan janti dan alhamdulillah papa mama ayu selamat. Tapi tembok belakang rumah roboh, kaki rmh depan retak parah....Tapi papa mama sedang mengungsi, tanpa listrik, tanpa bantuan pangan, tanpa uang, tanpa BBM, seluruh kota gelap gulita....tapi saya dapat kabar, isteri om bowo meninggal dalam gempa ini saat mencoba menyelamatkan diri....innalillahi wa inna ilaihi raaji'un....
foto-foto diatas adalah foto gempa jogja di daerah piyungan dan prambanan yang diambil penulis saat menjenguk keluarga 3 hari setelah terjadinya gempa jogja 27 Mei 2006. Saat itu tidak ada lagi air mata yang tersisa melihat keluarga, teman, tetangga, kehilangan segala-galanya tanpa makanan, pakaian, air bersih, listrik....bantuan yang tak kunjung datang dari Pemerintah yang seharusnya menjadi yang pertama membantu kami semakin menambah perih hati ini. Mayat......rumah roboh.....orang luka-luka.....pengungsi....peminta-minta......ada dimana-mana...kami hanya bisa berdoa...dan berdoa....
Ya Alloh, tolonglah aku dalam menjalankan agama yang merupakan pelindung segala urusanku. Elokkanlah urusan duniaku yang merupakan tempat aku mencari kehidupan. Elokkanlah urusan akhiratku yang merupakan tempat aku kembali. Jadikanlah kehidupanku ini sebagai tambahan segala kebaikan bagiku dan jadikanlah kematianku sebagai ketenangan bagiku dari segala kejahatan.” (HR: Muslim)